
Royal Air Force Inggris mulai menggunakan sistem APKWS pada jet tempur Typhoon dalam operasi anti-drone di Timur Tengah.
Integrasi persenjataan tersebut dilakukan dalam waktu rekor, dengan transisi dari pengujian ke penggunaan operasional berlangsung dalam waktu kurang dari dua bulan.
APKWS mengubah roket konvensional menjadi amunisi berpemandu laser, memungkinkan serangan yang lebih presisi terhadap drone dan ancaman udara lainnya dengan biaya yang jauh lebih rendah dibandingkan rudal tradisional.

Pengembangan cepat ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan Inggris bekerja sama dengan perusahaan BAE Systems dan QinetiQ.
Uji coba pertama berlangsung pada bulan Maret, ketika sistem berhasil menghantam target darat. Pada bulan April, pilot dari Skuadron Uji dan Evaluasi ke-41 RAF berhasil melakukan penembakan udara-ke-udara menggunakan Typhoon. Saat ini, pesawat dari Skuadron ke-9 sudah menggunakan persenjataan baru tersebut dalam misi pertahanan berkelanjutan di kawasan.

Pejabat Inggris menegaskan bahwa penerapan cepat ini menunjukkan efisiensi kerja sama antara pemerintah dan industri militer. Perwakilan dari BAE Systems dan QinetiQ menyatakan bahwa kemampuan baru ini meningkatkan fleksibilitas Typhoon dan memperkuat pertahanan udara Inggris serta NATO di tengah meningkatnya ancaman yang melibatkan drone.
Unguided rocket + laser = low cost drone killer 💥
The Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS) will be fitted to @royalairforce Typhoon fighter jets this May. The APKWS can destroy targets precisely and at a fraction of the price of missiles currently used. pic.twitter.com/UPNqpIvUgC
— Ministry of Defence 🇬🇧 (@DefenceHQ) May 18, 2026
+ AS menyetujui penjualan 24 helikopter MH-60R ke Korea Selatan
Sumber: UK Defence Journal | Foto: X @GarethJennings3 | Konten ini dibuat dengan bantuan AI dan ditinjau oleh tim editorial
